Seiring dengan berjalannya waktu dan setelah melalui pembahasan yang lebih mendalam lagi, maka sebagai penghormatan kepada salah satu Guru dari A. Wajihaddin, yaitu alm H. Djaenudin yang telah memberikan wasiat kepada beliau untuk meneruskan ajaran-ajarannya, maka dengan tidak merubah maknanya nama paguron JATI WISESA ditambahkan menjadi GADJAH PUTIH JATI WISESA, dengan moto
ELMU AMPUH MUN TEU ANGKUH,
JATI DIRI NU ILLAHI,
USIK SEJATI KERSANING GUSTI
yang berarti
"Ilmu Tinggi Tidak Angkuh,
Sakti Diri tidak Takabur,
Yakin Prilaku perkenan Illahi"
demikian Motto Paguron Pencak Silat Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka yang lahir di tataran Sunda tepatnya di Kp. Gegerpasang Desa Samarang kabupaten Garut ini telah melekat di hati para pendekarnya. telah 60 tahun silam Pencak Silat ini dipelajari oleh para keturunan dan Umum yang cinta dan menyukai Budaya Silat, sudah beberapa dekade Pencak Silat Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka ini terus berkembang, baik dari pergantian Sesepuh dari Keturunan KH. Adji Djaenudin Bin H. Usman (Pendiri Pencak Silat Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka) sampai ke perkembangan keorganisasiannya sehingga pada saat ini Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka berdiri sendiri dalam Himpunan Pencak Silat Seluruh Indonesia (HPSI) dan bernaung di Persatuan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PPSI). Demikian sekilas mengenai Paguron Pencak Silat Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka. Sesuai dengan sifatnya, paguron Gadjah Putih Jati Wisesa bukanlah paguron baru tetapi paguron pembaharu, karena ajaran yang diberikan kepada murid-murid sama dengan ajaran H. Djaenudin, yang terdiri dari 24 jurus